You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Fenomena hujan mikroplastik tidak hanya terjadi di Indonesia
photo Fakhrizal Fakhri - Beritajakarta.id

BRIN: Fenomena Hujan Mikroplastik Terjadi di Berbagai Negara

Fenomena hujan yang mengandung partikel mikroplastik dan menjadi perhatian publik ternyata tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di berbagai negara.

"Hampir semua penelitian menunjukkan adanya mikroplastik di udara," 

Profesor Riset dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Muhammad Reza Cordova mengungkapkan bahwa keberadaan mikroplastik di udara telah ditemukan secara global, termasuk di Jerman, Jepang, dan Korea.

Warga Diminta Tetap Tenang Soal Mikroplastik

“Hampir semua penelitian menunjukkan adanya mikroplastik di udara. Di luar negeri saja ada, apalagi di Indonesia yang dipengaruhi angin muson,” tukasnya, saat media briefing terkait isu mikroplastik dan fenomena cuaca ekstrem di Balai Kota Jakarta, Jumat (24/10).

Reza menjelaskan, sumber utama mikroplastik berasal dari penggunaan plastik sekali pakai hingga limbah rumah tangga.

Ia menilai, langkah paling efektif untuk mengatasi fenomena ini adalah dengan menghentikan pencemaran dari sumbernya.

“Solusi tercepatnya adalah mengurangi produksi dan konsumsi plastik sekali pakai. Sementara untuk perlindungan pribadi, masyarakat bisa menggunakan masker sebagai langkah pencegahan awal,” ungkapnya.

Reza menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mengatasi paparan mikroplastik ini.

“Masalah mikroplastik bukan hanya tanggung jawab satu pihak. Semua harus bergerak bersama agar dampaknya tidak semakin meluas,” terangnya.

Sementara itu, Fungsional Madya Pengamat Meteorologi dan Geofisika BMKG, Dwi Atmoko menerangkan, fenomena mikroplastik tidak hanya terdeteksi di wilayah Jabodetabek, tetapi juga berpotensi tersebar di seluruh Indonesia, tergantung arah dan kekuatan angin.

“Setiap proses pembakaran yang melibatkan bahan mengandung plastik dapat menghasilkan partikel debu yang mengandung mikroplastik. Selama proses itu ada dan terjadi angin atau cuaca, partikel tersebut bisa terbawa ke mana saja sesuai arah angin dominan pada saat itu,” pungkasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Transjakarta Apresiasi Pelanggan Cilik Pengguna Setia Mikrotrans di Jaktim

    access_time11-10-2026 remove_red_eye29730 personAldi Geri Lumban Tobing
  2. Aksi Humanis Petugas Transjakarta Bantu Lansia Tuai Apresiasi

    access_time15-10-2026 remove_red_eye10850 personAldi Geri Lumban Tobing
  3. Satpol PP Ungkap Kronologi Penyerangan Anggota Usai Penertiban di Kebayoran Baru

    access_time12-10-2026 remove_red_eye1880 personAldi Geri Lumban Tobing
  4. Hattrick, Transjakarta Pertahankan Predikat Terbaik Pertama Pengelolaan Arsip

    access_time15-10-2026 remove_red_eye1543 personAldi Geri Lumban Tobing
  5. UPS Badan Air Cilincing Buat Perahu Unik dari Sampah Anorganik

    access_time11-10-2026 remove_red_eye1217 personAnita Karyati